Penyebab Pilek Cair Bening dan Penanganan Secara Mudah

Rabu, 27 Desember 2023 | Safecare Admin



penyebab-pilek-cair

Hidung yang tersumbat akibat lendir bisa benar-benar mengganggu, bernapas menjadi sulit karena lendir terus-menerus keluar dari hidung. Akibatnya Anda harus sering-sering mengeluarkannya dengan tisu atau pergi ke kamar mandi untuk membersihkannya.

Pada dasarnya, lendir dalam hidung atau biasa disebut dengan ingus akan selalu ada di saluran pernapasan. Cairan kental ini diproduksi oleh kelenjar mukosa dan melapisi hidung, tenggorokan, serta paru-paru. Setiap hari, tubuh manusia menghasilkan lendir ini sebagai upaya untuk menjaga kelembaban hidung, melindungi tubuh dari partikel asing, dan melawan infeksi.

Namun, apa sebenarnya penyebab dari produksi lendir yang berlebihan yang membuat hidung menjadi tersumbat dan menyebabkan pilek tersebut? Kali ini kami akan membahasnya lebih lanjut dari tulisan ini.

Apa Itu Pilek Cair Bening Seperti Air?

Pilek cair, atau yang sering disebut sebagai flu, adalah suatu kondisi penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus. Gejala pilek cair umumnya melibatkan peradangan pada saluran pernapasan atas, termasuk hidung dan tenggorokan. 

Pada kondisi ini, seseorang dapat mengalami hidung tersumbat, bersin-bersin, batuk, tenggorokan sakit, dan mungkin demam. Virus-virus yang paling umum menyebabkan pilek cair adalah rhinovirus, meskipun ada juga beberapa jenis virus lain seperti virus influenza yang dapat menyebabkan gejala serupa. Penyakit ini dapat menyebar melalui droplet yang dihasilkan dari seseorang yang sedang batuk atau bersin. 

Meskipun gejala pilek cair umumnya ringan dan bersifat sementara, kondisi ini dapat menjadi lebih serius pada kelompok rentan seperti anak-anak kecil, orang tua, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

 

Berikut Penyebab Munculnya Pilek Cair Bening Seperti Air

 

1. Rhinitis

Rhinitis adalah peradangan pada saluran hidung yang menyebabkan gejala seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, pilek, dan gatal pada hidung. Kondisi ini bisa muncul karena alergi, infeksi, atau kontak dengan zat iritan seperti asap rokok.

Rhinitis bisa bersifat akut atau kronis, tergantung berapa lama gejalanya muncul. Cara mengobati rhinitis tergantung pada penyebab dan gejala yang dialami oleh penderita, bisa melibatkan penggunaan obat, terapi alergi, atau perubahan dalam gaya hidup.

Menurut WHO, berdasarkan faktor pemicunya, rhinitis dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu rhinitis alergi dan nonalergi. Rhinitis alergi, atau sering disebut hay fever, timbul akibat paparan alergen seperti debu, tungau, serbuk sari, bulu binatang, atau zat alergen lainnya. 

Pada keadaan ini, sistem kekebalan tubuh salah mengidentifikasi substansi-substansi tersebut sebagai benda asing yang harus dikeluarkan, menyebabkan respons berlebihan yang menginduksi peradangan pada lapisan hidung dan meningkatkan sensitivitas saluran pernapasan.

Sementara itu, rhinitis non alergi dipicu oleh berbagai faktor seperti perubahan cuaca, kondisi kesehatan, penggunaan obat-obatan, fluktuasi hormon, konsumsi makanan tertentu, dan paparan aroma tertentu. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan orang dewasa yang berusia di atas 20 tahun. Meskipun gejala rhinitis alergi dan nonalergi mirip, diagnosis hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan medis.

 

2. Suhu Dingin

Gejala pilek cair umumnya sering muncul ketika cuaca bersifat dingin atau basah. Di Indonesia, pada periode musim penghujan, udara cenderung lebih lembab, memungkinkan virus penyebab flu dan batuk pilek berkembang dengan cepat dan menyebar dengan mudah. 

Selain itu, kurangnya perhatian terhadap kesehatan tubuh dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan imun, meningkatkan risiko infeksi. Faktor pemicu penurunan kekebalan tubuh saat udara dingin juga berpengaruh pada minimnya paparan sinar matahari.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Alexander Farag, MD dari Ohio State University Wexner Medical Center, sinar matahari diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan vitamin D, yang memiliki peran krusial dalam menjaga kestabilan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, kurangnya aktivitas fisik dan olahraga selama musim dingin atau hujan juga dapat memperburuk penurunan sistem kekebalan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penyakit pilek.

 

3. Efek Samping Konsumsi Obat Flu

Obat flu umumnya dirancang untuk meredakan gejala seperti hidung tersumbat, bersin, dan batuk. Namun, beberapa zat aktif dalam obat flu dapat mempengaruhi sistem pernapasan dan membran mukosa hidung, menyebabkan iritasi atau peningkatan produksi lendir. 

Beberapa obat flu juga dapat menyebabkan efek samping seperti keringat, lelah, atau sakit kepala, yang mungkin dapat memicu atau memperburuk gejala pilek. Karena itu penting bagi Anda untuk selalu membaca informasi yang terdapat dalam kemasan obat.

 

4. Demam Yang Disertai Panas Dingin

Panas dingin atau rasa menggigil biasanya terjadi saat tubuh mencoba untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu lingkungan yang meningkat. Peningkatan metabolisme yang dihasilkan oleh demam dapat menyebabkan produksi panas berlebih, sementara otot-otot di tubuh menggigil sebagai respons untuk menghasilkan lebih banyak panas. Kondisi ini menciptakan perasaan panas dan dingin secara bergantian.

Pilek itu sendiri seperti yang sudah dibahas merupakan respons tubuh terhadap infeksi virus di saluran pernapasan, yang menyebabkan pembengkakan dan produksi lendir berlebih. Oleh karena itu, kombinasi demam, panas dingin, dan pilek seringkali merupakan manifestasi dari respons alami tubuh terhadap serangan virus yang berusaha diatasi melalui sistem kekebalan dan mekanisme regulasi suhu tubuh.

 

5. Fluktuasi Hormon

Dikutip dari Journal Science Direct, perubahan hormon dalam tubuh dapat mempengaruhi sistem kekebalan dan respons tubuh terhadap alergen atau virus yang dapat menyebabkan pilek. Pada wanita, fluktuasi hormon terutama terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause. 

Hormon-hormon seperti estrogen dan progesteron cenderung bervariasi selama periode ini, dan perubahan ini dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap alergen atau virus yang dapat menyebabkan gejala pilek, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, dan ingus berlebihan.

 

6. Alergi 

Menurut Healthline, Reaksi alergi, seperti karena serbuk sari, jamur, atau bulu hewan tertentu sehingga memicu inflamasi pada rongga hidung sehingga membuat ingus cair dan bening. Hal ini bisa terjadi bagi beberapa orang yang memiliki alergi pada debu halus yang bertebaran di udara.

 

7. Kontak dengan Penderita Pilek

Penularan awal seseorang akan terkena flu yaitu tertular pilek dari orang lain yang sudah tahap flu parah. Maka dalam tahap penularan, pilek cair akan muncul disebabkan mulainya penularan dan infeksi yang semakin parah biasanya ditandai dengan kepala pusing.

 

8. Stres dan Kelelahan

Pernah kecapekan dan memicu flu ringan? Mungkin inilah yang dirasakan beberapa orang yang memiliki imun rendah atau kondisi badan sedang tidak fit. Kelelahan atau stres yang berlebihan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan risiko terkena infeksi, dan menyebabkan pilek cair.

 

Penanganan Awal Pilek Cair Dengan Minyak Angin 

 

Pilek disertai dengan lendir berlebihan dapat menjadi sangat mengganggu dan menyulitkan dalam bernafas, sehingga menghambat segala aktivitas bahkan untuk berbicara akan sulit dilakukan. Cara termudah yang bisa dilakukan secara mandiri adalah menggunakan minyak angin dengan aromaterapi. 

 

 

Salah satu produk minyak angin yang terkenal karena memiliki aroma yang khas ialah Safe Care Aromatherapy Roll On. Produk ini mengandung berbagai bahan-bahan alami yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa bahan-bahan alami telah dipilih sebagai komponen-komponen utama dalam pembuatan minyak angin ini. Komponen utama tersebut adalah menthol, camphor, dan olive oil atau minyak zaitun.

  • Menthol dapat memberikan manfaat relaksasi dan bantuan pernapasan, sehingga sering digunakan dalam terapi aromaterapi untuk meredakan stres, ketegangan otot, dan masalah pernapasan. 
  • Camphor dapat meredakan pembengkakan pada membran mukosa hidung, sehingga memudahkan aliran udara yang masuk. 
  • Sedangkan kandungan antioksidan dan antiinflamasi dalam minyak zaitun dapat membantu meredakan peradangan pada saluran hidung, dengan sifat antimikroba yang dapat membantu melawan infeksi pada saluran pernapasan atas, yang seringkali menjadi penyebab hidung tersumbat.

Ditambah lagi Minyak Angin Safe Care Aromatherapy Roll On sudah memperoleh kepercayaan dari dokter dan medis terkait dan dukungan positif dari konsumen. Hal ini dibuktikan dari beberapa ulasan di platform belanja online, banyak orang memberikan respon positif bahwa aroma yang dihasilkan oleh produk ini memberikan efek relaksasi dan lega saat pilek melanda. 

Dilengkapi dengan fitur roll-on yang dimiliki produk ini, semakin mempermudah penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Roll-on yang digunakan memiliki bola kecil yang terbuat dari bahan lembut dan tahan lama, memungkinkan Anda dengan mudah mengoleskan minyak angin langsung ke area yang diinginkan.

Jadi tunggu apa lagi?, dapatkan Minyak Angin Safe Care Aromatherapy Roll On di Shop sekarang juga!

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar