Apa Saja Ciri-ciri Kulit Kering yang Gatal?

Sabtu, 6 April 2024 | Safecare Admin



ciri-ciri-kulit-kering

Kulit kering merupakan jenis kondisi kulit yang sering dialami oleh banyak individu, di mana terjadi ketidakseimbangan kandungan air dan minyak pada permukaan kulit. Faktor-faktor yang menyebabkan kulit menjadi kering dapat bervariasi, termasuk penuaan, kondisi cuaca, dan juga masalah medis tertentu. 

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah masalah kulit yang mengganggu. Oleh karena itu, menjaga kelembapan dan melakukan perawatan yang tepat pada kulit sangatlah penting untuk memastikan kesehatan kulit yang optimal. Mari ketahui tanda-tanda kulit kering dalam pembahasan dibawah ini:

 

1. Kulit Bertekstur Kasar dan Kering

Kulit kering yang gatal dan bertekstur kasar isa disebabkan oleh berbagai faktor. Sering kali, kulit kering disebabkan oleh kekurangan kelembapan. Faktor seperti udara kering, terutama selama musim dingin, atau paparan terhadap AC yang terlalu sering bisa menghilangkan kelembapan alami kulit. Hal ini membuat kulit kehilangan kadar air yang penting untuk menjaga kelembabannya.

Selain itu, kontak dengan zat-zat kimia tertentu, seperti deterjen atau bahan pembersih rumah tangga, juga bisa menyebabkan kulit kering dan gatal. Kulit yang terpapar secara langsung dengan zat-zat ini dapat mengalami reaksi iritasi yang sangat mengganggu.

 

2. Kulit Menjadi Kemerahan

Kulit memerah, atau disebut juga dengan rosacea merupakan kondisi umum pada kulit yang sering dialami oleh wanita berusia antara 30 hingga 50 tahun. gejala ini menyebabkan kemerahan pada kulit di area hidung, pipi, dagu, dan dahi. 

Tidak hanya itu, rosacea juga dapat menimbulkan benjolan kecil berwarna merah yang berisi nanah. Gejala-gejala rosacea dapat berlangsung dalam jangka waktu yang bervariasi, dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan, dan kemudian menghilang sementara. 

Tinjauan dr. Fadhli Rizal Makarim dari Halodoc, kemungkinan besar penyakit ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Ada beberapa faktor yang dapat memicu flare-up atau kemerahan pada wajah, termasuk paparan sinar matahari atau angin, udara dingin atau panas, makanan pedas, minuman panas, kelembaban udara, konsumsi kafein, stres,  serta makanan yang mengandung senyawa cinnamaldehyde seperti kayu manis, cokelat, tomat, dan jeruk. Selain itu, faktor lain yang bisa memicu rosacea adalah keberadaan bakteri usus Helicobacter pylori serta terpapar gigitan tungau kulit bernama demodex dan bakteri yang dibawanya, Bacillus oleronius

 

3. Xerosis

Fenomena ini merupakan masalah umum yang sering dialami oleh masyarakat, terutama di kalangan orang tua. Umumnya, gejala penyakit ini dapat hilang dengan cepat, meskipun tidak dapat diabaikan kemungkinannya untuk berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.

Mengutip tinjauan dr. Debra Sullivan, Ph.D., MSN dari laman Healthline, kulit manusia memerlukan kelembaban agar tetap sehat dan lembab. Namun, seiring bertambahnya usia, kulit cenderung kehilangan kelembaban karena kinerja kelenjar minyak yang menurun dan kurangnya asupan cairan. Akibatnya, kulit menjadi kering dan kasar, yang pada akhirnya dapat mengganggu penampilan serta meningkatkan ketidakpercayaan diri.

Kondisi ini dapat memengaruhi baik pria maupun wanita tanpa memperdulikan usia mereka, meskipun risiko terjadinya lebih tinggi pada orang tua. Tidak sampai disitu, individu yang tinggal di daerah dengan suhu rendah, kelembaban udara yang rendah, atau sering berenang di kolam yang telah diberi klorinasi juga berisiko terkena penyakit ini. 

 

4. Kulit Menjadi Bersisik

Kulit sensitif yang cenderung kering dan bersisik adalah tanda bahwa kadar kelembapan alami di dalamnya kurang mencukupi. Kelembaban yang kurang ini tidak hanya membuat kulit terasa kering dan tidak nyaman, tetapi juga dapat mengakibatkan hilangnya elastisitas alami kulit. 

Akibatnya, kulit terasa seperti tertarik, kaku, dan kurang fleksibel. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi kenyamanan fisik, tetapi juga dapat memberikan tampilan kulit yang tidak sehat, bahkan tampak kusam. 

Ketika kulit kehilangan kelembaban yang cukup, lapisan kulit terluar menjadi lebih rentan terhadap faktor lingkungan yang berpotensi merusak, seperti paparan sinar UV atau polusi udara. Ini dapat memperburuk kondisi kulit, menyebabkan iritasi, peradangan, atau bahkan munculnya masalah kulit lainnya.

 

5. Munculnya Jerawat

Kulit kering dan gatal yang disebabkan oleh jerawat adalah masalah kulit yang umum terjadi dan bisa sangat mengganggu bagi individu yang mengalaminya. Kondisi ini sering kali merupakan hasil dari peradangan dan iritasi yang terjadi di sekitar jerawat yang sedang meradang. Jerawat sendiri merupakan kondisi kulit yang disebabkan oleh penyumbatan folikel rambut oleh minyak, sel kulit mati, dan bakteri, yang seringkali menyebabkan peradangan.

Kulit yang kering dan gatal pada jerawat dapat menjadi dilema bagi banyak orang karena penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu keras atau tidak cocok dengan jenis kulit mereka dapat memperburuk iritasi dan peradangan yang terjadi. Kurangnya kelembapan alami kulit juga dapat memperparah kondisi ini, terutama saat penggunaan produk anti-jerawat yang memiliki efek samping mengeringkan pori-pori kulit.

 

6. Reaktif Terhadap Alergi

Kondisi ini seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan iklim, genetika, paparan alergen, dan kelembaban udara yang rendah. Ketika seseorang memiliki kulit yang kering, lapisan pelindung alami kulit, yang dikenal sebagai barrier lipid, dapat menjadi rusak atau lemah. Hal ini membuat kulit lebih rentan terhadap penetrasi zat-zat yang berpotensi menyebabkan reaksi alergi.

Kondisi kulit yang kering dan gatal dapat memicu respons inflamasi yang meningkatkan sensitivitas terhadap alergen. Kulit yang kering cenderung memiliki tingkat kelembaban yang rendah, sehingga menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung alami dan meningkatkan permeabilitas kulit. Akibatnya, zat-zat alergen seperti serbuk sari, debu, atau bahan kimia dalam produk perawatan kulit dapat dengan mudah meresap ke dalam kulit dan memicu reaksi alergi.

Selain itu, ketika kulit menjadi kering dan gatal, kecenderungan untuk menggaruk atau menggosok area yang teriritasi dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada lapisan kulit dan memperburuk kondisi. Ini menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi reaksi alergi yang lebih serius. Gejala yang umum terkait dengan kulit kering dan gatal yang reaktif terhadap alergi meliputi ruam, kemerahan, pembengkakan, dan bahkan infeksi jika kerusakan kulit berlanjut.

 

Penanganan Kulit Gatal dan Kulit Dengan Produk Lotion

Perhatian terhadap perawatan kulit sering kali menjadi fokus utama bagi semua orang dalam mendukung penampilannya. Mereka senantiasa berusaha untuk menjaga penampilan yang optimal agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti kulit kering disertai gatal-gatal.

Salah satunya adalah dengan menggunakan lotion khusus kulit. Penggunaan lotion ini menjadi salah satu pilihan terpopuler karena dianggap suatu jalan pintas dan mudah untuk digunakan. Tingginya minat konsumen terhadap produk ini mendorong produsen untuk mengeluarkan berbagai macam varian produk yang beredar di pasaran.

 

 

Produk Safe Care Skin Moist Daily Lotion for Sensitive Skin memiliki formulasi yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah tersebut. Lotion ini dirancang khusus untuk kulit sensitif. Produk ini cocok untuk kulit yang rentan terhadap iritasi karena bebas paraben dan bebas pengharum kimia.

Safe Care Skin Moist Daily Lotion mengandung bahan-bahan alami seperti Avocado, Calendula, Chamomile, Rosemary, Geranium, dan Shea Butter. Manfaatkan kandungan ini untuk merawat kulit Anda secara alami. Avocado membantu menjaga kelembaban kulit dan mencegah kerusakan kolagen, sementara Calendula dan Chamomile membantu menyejukkan kulit yang teriritasi.

Tulis Komentar

Login dahulu untuk membuat komentar

Komentar

Belum ada komentar